Rating bintang sering kali kita jumpai pada berbagai website, biasa nya rating tersebut digunakan untuk mengetahui respon user / pengunjung web tersebut terhadapa produk/ jasa dari website tersebut, bagaimana membuat sebuah rating bintang tersebut berikut ini saya akan memberikan contoh bagaimana membuat rating bintang
1.Pertama kita buat terlebih dahulu database rating kemudian create table vote seperti langkah berikut ini
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `vote` (
`id_app` int(5) NOT NULL AUTO_INCREMENT,
`counter` int(10) NOT NULL,
`value` int(10) NOT NULL,
`satu` int(1) NOT NULL,
`dua` int(10) NOT NULL,
`tiga` int(10) NOT NULL,
`empat` int(10) NOT NULL,
`lima` int(10) NOT NULL,
PRIMARY KEY (`id_app`)
) ENGINE=InnoDB DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=3 ;
Senin, 21 Januari 2013
Selasa, 18 Desember 2012
GLUT Hello World dan Gambar Segi Empat
Setelah kita mengistal library GLUT pada visual studio 2010 kali ini saya akan mencoba untuk membuat program hello world dan gambar segi empat, jika pembaca masih belum tahu cara menambahkan library glut silahkan baca terlebih dahulu posting sebelum nya atau Klik Disini, ok kita lanjut membahas bagaimana membuat sebuah gambar segi empat menggunakan Visual Studio 2010 berikut ini adalah source code untuk membuat gambar segi empat
![]() |
| Source Code |
mydisplay() diregistrasi oleh glutDisplayFunc() sebagai fungsi yang dilaksanakan saat window digambar, yang biasanya adalah isi dari gambarnya.Setelah kita jalankan source code diatas maka tampilan yang di hasilkan adalah seperti berikut ini
Senin, 17 Desember 2012
install Library GLUT pada visual studio 2010
Setelah lama tidk menulis karena kesibukan, kembali lagi saya tuliskan sedikit pengetahuan yang penulis dapatkan ketika harus mengejakan tugas kuliah,saat ini penulis sedang menempuh mata kuliah OPEN GL, Software yang dibutuhkan untuk mata kuliah tersebut adalah Visual Studio 2010, dan ditambahkan library GLUT ,agar lebih memudahkan dalam pembuatan project baru, karena kita tidak perlu lagi membuat folder include, untuk menambahkan library tersebut ikuti langkah-langkah berikut ini:
- Download library glut disini,kemudian extract
- Hasil extract akan terdapat file glut.h, glut32.lib, dam glut32.dll
- copy file glut.h ke dalam folder C:\Program Files\Microsoft SDKs\Windows\v7.0A\Include\gl
- copy file glut32.lib ke dalam folder C:\Program Files\Microsoft Visual Studio 10.0\VC\lib
- copy file glut32.dll ke dalam folder C:\Windows\System32
Setelah selesai maka kita tidak perlu lagi membuat folder include dalam setiap project baru, semoga bermanfaat dan sekedar catatan untuk menambahkan library glut pada visual studio berbeda-beda berdasarkan versi yang kita instal,karena berbeda versi Visual Studio berbeda lokasi untuk menginstal librarynya
Minggu, 14 Oktober 2012
Static Routing Dengan Mikrotik
Introduction
Static routing adalah teknik routing yang dilakukan dengan memasukan entry routing secara manual ke dalam tabel routing. Tabel routing memuat informasi mengenai jaringan-jaringan yang dapat dituju oleh sebuh router.
Routing tabel
Routing tabel merupakan tabel yang memuat informasi tentang jaringan yang dapat dituju oleh router. Informasi ini sering disebut entry route. Secara detail informasi yang lebih detail dari sebuah entry route adalah sebagai berikut :
[admin@R1] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
Jika Anda melakukan penambahan konfigurasi IP Address pada setiap interface seperti berikut :
[admin@R1] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
[admin@R1] > ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether2
Maka tabel routing akan terlihat seperti berikut :
[admin@R1] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 ADC 192.168.1.0/24 192.168.1.1 ether1 0
1 ADC 192.168.2.0/24 192.168.2.1 ether2 0
Jika Anda menambahkan sebuah IP Address lagi, maka tabel routing dapat dilihat seperti uraian berikut :
[admin@R1] > ip address add address=192.168.3.1/24 interface=ether2
[admin@R1] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 ADC 192.168.1.0/24 192.168.1.1 ether1 0
1 ADC 192.168.2.0/24 192.168.2.1 ether2 0
2 ADC 192.168.3.0/24 192.168.3.1 ether2 0
Configuring Static Routing
Untuk memasukkan entry route secara manual (static), maka parameter yang harus dimasukkan adalah network address tujuan, subnet mask dan IP Address dari next hop.
Static routing adalah teknik routing yang dilakukan dengan memasukan entry routing secara manual ke dalam tabel routing. Tabel routing memuat informasi mengenai jaringan-jaringan yang dapat dituju oleh sebuh router.
Static routing memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut :
- Tidak menguras resource router
- Mudah dalam penerapan filtering
- Mudah dalam melakukan troubleshoot
- Lebih aman
Namun static routing tidak ideal jika jumlah router dalam jaringan terlalu banyak, karena sangat merepotkan administrator jaringan dalam membuat entry route. Dalam kondisi tersebut, static routing biasanya hanya digunakan pada stub router yang menghubungkan jaringan lokal ke jaringan Internet.
Routing tabel
Routing tabel merupakan tabel yang memuat informasi tentang jaringan yang dapat dituju oleh router. Informasi ini sering disebut entry route. Secara detail informasi yang lebih detail dari sebuah entry route adalah sebagai berikut :
- Network address dari jaringan yang dapat dituju
- Subnet mask dari network address tersebut
- Interface atau IP Address router tetangga (next hop) yang dapat digunakan untuk menuju suatu jaringan.
[admin@R1] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
Jika Anda melakukan penambahan konfigurasi IP Address pada setiap interface seperti berikut :
[admin@R1] > ip address add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
[admin@R1] > ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether2
Maka tabel routing akan terlihat seperti berikut :
[admin@R1] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 ADC 192.168.1.0/24 192.168.1.1 ether1 0
1 ADC 192.168.2.0/24 192.168.2.1 ether2 0
Jika Anda menambahkan sebuah IP Address lagi, maka tabel routing dapat dilihat seperti uraian berikut :
[admin@R1] > ip address add address=192.168.3.1/24 interface=ether2
[admin@R1] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 ADC 192.168.1.0/24 192.168.1.1 ether1 0
1 ADC 192.168.2.0/24 192.168.2.1 ether2 0
2 ADC 192.168.3.0/24 192.168.3.1 ether2 0
Configuring Static Routing
Untuk memasukkan entry route secara manual (static), maka parameter yang harus dimasukkan adalah network address tujuan, subnet mask dan IP Address dari next hop.
![]() |
| Contoh Jaringan |
Perintah yang digunakan untuk mengkonfigurasikan static routing pada jaringan diatas adalah sebagai berikut :
[admin@A] >ip route add dst-address=192.168.20.0/24 gateway=10.10.10.2
[admin@B] >ip route add dst-address=192.168.10.0/24 gateway=10.10.10.1
Pemeriksaan tabel routing dapat dilakukan untuk memastikan bahwa entry tersebut diterima oleh router
[admin@R1] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 ADC 10.10.10.0/24 10.10.10.1 ether1 0
0 ADC 10.10.10.0/24 10.10.10.1 ether1 0
1 ADC 192.168.10.0/24 192.168.10.1 ether2 0
2 A S 192.168.20.0/24 10.10.10.2 0
[admin@R2] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf, m – mme,
B – blackhole, U – unreachable, P – prohibit
# DST-ADDRESS PREF-SRC GATEWAY DISTANCE
0 ADC 10.10.10.0/24 10.10.10.2 ether1 0
1 ADC 192.168.10.0/24 10.10.10.1 0
2 ADC 192.168.20.0/24 192.168.20.1 ether2 0
Rabu, 10 Oktober 2012
Apakah HTML itu?
Internet merupkan jaringan global yang menghubungkan suatu network dengan network lainya di seluruh dunia, TCP/IP menjadi protocol penghubung antara jaringan-jaringan yang beragam di seluruh dunia untuk dapat berkomunikasi. World Wide Web (WWW) merupakan bagian dari internet yang paling cepat berkembang dan paling populer. WWW bekerja merdasarkan pada tiga mekanisme berikut:
- Protocol standard aturan yang di gunakan untuk berkomunikasi pada computer networking, Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah protocol untuk WWW.
- Address WWW memiliki aturan penamaan alamat web yaitu URL(Uniform Resource Locator) yang di gunakan sebagai standard alamat internet.
- HTML digunakan untuk membuat document yang bisa di akses melalui web.
Hypertext Markup Language merupkan standard bahasa yang di gunakan untuk menampilkan document web, yang bisa anda lakukan dengan HTML yaitu:
- Mengontrol tampilan dari web page dan contentnya.
- Mempublikasikan document secara online sehingga bisa di akses dari seluruh dunia.
- Membuat online form yang bisa di gunakan untuk menangani pendaftaran, transaksi secara online.
- Menambahkan object-object seperti image, audi, video dan juga java applet dalam document HTML.
Langganan:
Postingan (Atom)




